Monday, April 11, 2011

MWB - My Witty Bos


Mbak Kerani... oh Mbak Kerani...
Setahun yang lalu.. pas jalan ke gramedia, love at first sight sama buku ‘my stupid bos’. Sangat menghibur, bikin semangat dan membuat aku awet muda... smile all day long... haha.. lengkap koleksi MSB-ku.
Sebenarnya sedikit parno sama judul yang lumayan bikin cemas kalo sampai si bos sempet liat buku itu terlentang ups, tergeletak di mejaku. Bisa gawat! Karena he is not stupid and doesn’t raise any chaos at all ^_* .
Kalo mbak Kerani cerita soal ‘her stupid bos’, aku mau cerita soal ‘my witty bos’, as follows:
Sejak tahun 2004 aku kerja di Japanese Company. Kalo inget awal-awal tahun penuh missunderstanding karena missspelling.. walaupun sekarang aku sudah pindah ke perusahaan lain, tapi kenangan indah itu masih ada.. ehm-ehm.
Dahulu kala, my opiz terdiri dari 1 Chief Representative dan beberapa Engineer Jepang, serta 4 gelintir karyawan lokal. 1 Sesepuh, 1 PR (pengurus rupa2  - aku hehe ) dan 2 driver.  Konon, Pak Basri, nama lengkapnya: Muhamad Basri –disingkat M Basri, adalah sesepuh alias karyawan super senior yang merangkap JuBir tamu kenegaraan... ehm.
BigBos datang..! kunjungan kali ini sekaligus ingin memperkenalkan satu lagi expat yang akan bertugas di Jakarta, General Manager gitchuuu... Semua karyawan nervous mempersiapkan ini dan itu, termasuk Mr. Chief yang tak lupa memberi aku wejangan agar tak terjadi human error [sigh].
Hari pertama, schedule Mr. BigBos harus melapor dulu ke Japanese Embassy sebelum meeting di somewhere for some project. Seperti biasa, akan didampingi Pak Basri. Singkat cerita, Big Bos dan GM berangkat hanya berdua ke Japan Embassy karena Mr. Chief dan Pak Basri harus tiba di tempat meeting terlebih dahulu.
Sementara aku duduk manis sendirian dikantor sambil sesekali melihat layar cctv, siaga apabila ada sesuatu yang mencurigakan. Tampak bayang-bayang mendekat.. oh, ternyata driver yang mengantar Big Bos.
Driver : Ibu.. saya disuruh jemput Pak Basri.
Akyu: loohh... piye tho, Pak Basri kan udah pergi sama Mr. Chief.
Driver : ooo, ya udah saya balik lagi ke Plaza Indonesia.
Akyu: ok.. ati-ati yo Pak.
Tiga puluh menit kemudian, telepon berdering...
Akyu: Goo..d... (belum selesai bicara)
BigBos : Miku chan (panggilan sayang buat akyu, cieileee... karena pronouncation ‘mike’ di Jepang adalah ‘miku’)
Akyu : haik, saya..
BigBos : itu driver tidak bagus ya... I asked him to go directly to embassy while I and Mr. GM buy something in Puraza Indonesia. Sudah car carra –car call maksudnya-  many times but dia tidak datang.
Akyu: sumimasen, so now you’re in Embassy? because.. (aku gak berani nerusin pembicaraan, mending diem dulu)
BigBos : because what? After he drop me at robby Puraza, I said; no need to wait me, jemput embassy. I go there by walking.
Gubrakkk.... sudah mulai jelas sekarang duduk persoalan sebenarnya.
Akyu : ok, I will call him. Chotto matte.
Klik! BigBos matikan talipun-na. Pertanda tidak bagus.
Sesegera mungkin aku tlp driver.
Akyu : pak.. buruan ke kedutaan Jepang...jemput di Japan embassy bukan jemput m-basri....!!!
Duh Gusti, kenapa orang Jepang hoby jalan kaki..? dienakin kemana-mana dianter mobil, masih cari kesempatan olah raga.
Di sore hari yang cerah menjelang jam lima.. tiba-tiba pintu diketuk kasar, bayangan BigBos muncul di layar CCTV.
BigBos : miku chan, driver kasih belajar ya..
Akyu : haik... (sambil deg2kan)
Bigbos : I said way-shee, but he drop me to WTC building, and difficult to find way-shee there.. I want ‘pee’..!
Gubrakkk (lagi)... kesihaaan driver... bukan salah bunda mengandung, tapi mengapa BigBos gak bilang aja ‘toliet’ dari pada ‘way-shee’.. we-ce... WC. Bukan bhs Jepang, bukan bhs Inggris.. bukan pula bhs Indonesia.
Lagi-lagi driver yang memang disediakan untuk BigBos harus bergelut dengan bahasa Jepang, Indonesia dan Inggris yang campur aduk.
Kali ini setelah aku baru kembali dari makan siang, driver mondar-mandir di depan pintu dan... aha!
Driver2: Ibu.. BigBos minta kopi, saya tidak tau kopi yang mana? kopi Jepang mungkin ya?
Akyu: !?!?.. ada juga teh Jepang, Pak.
Driver2: bukan.. dia minta kopi.. kara kopi.
Akyu: (dalam hati: setau-ku ‘kara’ adalah merek santan instan)
Driver2: ndak tau deh Bu.. Ibu aja ke dalam.
Eng ing eng.....
Akyu: shitsurei shimasu..
BigBos: Miku chan.. plis-plis come.. I need ‘kara kopi’ dimana ya? I ask driver2 but he goes out..?!?
Akyu: (mikir sambil nganga).....
BigBos: here only black and white, right? But I need ‘kara kopi’
Akyu: (berbinar cerah, tersenyum lega)... OK, wakarimasuta!!
Shinggggg.... aku langsung meraih dokumen di meja dan terbang ke tukang poto-kopi-kolor.
Sekarang aku sedang merindukan BigBos.. karena aku udah pindah kerja.
Aku selalu ingat pesan beliau: miku chan harus bisa kerja semua, learning by error dan learning by doing, supaya bisa kerja bagus.. bisa jadi orang kunci -key person. (heleh.. kuncen?!?!).



my lil' girl mercy at me..?!?

From our kitchen, while we rearrange cable-setup... our lil’ girl were chit-chat with her private-teacher;

Didi: It’s me.. when I was a baby, she pointed her baby pict – there’s label: Deanara Dyan Faizal.
Miss Lia: soo cute.. like your little sister.. uummm who's her name?
Didi: Danadyaksa Dyan Faizal, we call her Memey or Ayya. Both of us use Papa’s name, none with Mama’s name...

(me and my hubby looked each other; dazed, smiled... tingling)