Thursday, November 10, 2011

Aku dan Saya



Ini soal tubuh yang tak sepaham dengan roh.
Roh dalam tubuh yang menerima semua rencana Tuhan sebagai takdir, 
ia memiliki kesadaran penuh bahwa rencana Tuhan adalah yang terindah.
Namun tubuh terkadang mencemaskan raga yang menggigil bukan sebagai takdir.

Tubuh   : Aku merasa akan mati.

Roh       : Apakah kau takut mati?

Tubuh   : Tidak, tapi aku hampir lelah,
  Aku  mati sebagai mineral, menjelma menjadi tumbuhan.
  Aku mati sebagai tumbuhan, lahir kembali sebagai binatang.
  Aku mati sebagai binatang, dan kini manusia.
  Aku masih harus mati lagi…

Roh       : Kau tak akan lelah karena saya tetap disini, setia dalam wujud apapun diri-mu.

Tubuh   : Kelelahkan-ku tak akan bisa kau rasakan.
  Perut yang lapar,
  Lengan yang terluka,
  Jantung yang berhenti berdetak.

Roh       : Maka peluk-lah saya, roh-mu, dengan hati-mu…
   Bersama, kita lalui setiap detail rencana-NYA.