Ini soal
tubuh yang tak sepaham dengan roh.
Roh dalam
tubuh yang menerima semua rencana Tuhan sebagai takdir,
ia memiliki kesadaran
penuh bahwa rencana Tuhan adalah yang terindah.
Namun tubuh
terkadang mencemaskan raga yang menggigil bukan sebagai takdir.
Tubuh : Aku merasa
akan mati.
Roh : Apakah kau
takut mati?
Tubuh : Tidak, tapi aku hampir
lelah,
Aku mati sebagai mineral, menjelma menjadi
tumbuhan.
Aku mati
sebagai tumbuhan, lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati
sebagai binatang, dan kini manusia.
Aku masih
harus mati lagi…
Roh : Kau tak akan lelah
karena saya tetap disini, setia dalam wujud apapun diri-mu.
Tubuh : Kelelahkan-ku tak akan
bisa kau rasakan.
Perut yang lapar,
Lengan yang terluka,
Jantung yang
berhenti berdetak.
Roh : Maka peluk-lah saya,
roh-mu, dengan hati-mu…
Bersama, kita lalui setiap detail rencana-NYA.
